Senin, 08 Maret 2010

Kelemahan SPI

1. Kesalahan dalam pertimbangan
Seringkali, manajemen dan personel lain dapat salah dalam mempertimbangkan keputusan bisnis yang diambil atau dalam melaksanakan tugas rutin karena tidak memadainya informasi, keterbatasan waktu, atau tekanan lain.

2. Gangguan
Gangguan dalam pengendalian yang telah ditetapkan dapat terjadi karena personel secara keliru memahami perintah atau membuat kesalahan karena kelalaian, tidak adanya perhatian, atau kelelahan. Perubahan yg besifat sementara atau permanen dalam personel atau dalam sistem dan prosedur dapat pula mengakibatkan gangguan.

3. Kolusi
Tindakan bersama beberapa individu untuk tujuan kejahatan disebut dengan kolus (collusion). Kolusi dapat mengakibatkan bobolnya pengendalian intern yg dibangun untuk melindungi kekayaan entitas dan tidak terungkapnya ketidakberesan atau tidak terdeteksinya kecurangan oleh struktur pengendalian intern yg dirancang.

4. Pengabaian oleh manajemen
Manajemen dapat mengabaikan kebijakan atau prosedur yg telah ditetapkan untuk tujuan yg tidak sah seperti keuntungan pribadi manajer, penyajian kondisi keuangan yg berlebihan, atau kepatuhan semu. Contohnya dalah manajemen melaporkan laba yg lebih tinggi dari jumlah sebenarnya untuk mendapatkan bonus yang lebih tinggi bagi dirinya atau untuk menutupi ketidakpatuhannya terhadap peraturan perundangan yg berlaku.

5. Biaya lawan manfaat
Biaya yg diperlukan untuk mengoperasikan struktur pengendalian intrn tidak boleh melebihi manfaat yg diharapkan dari pengendalian intern tersebut. Karena pengukuran secara tepat baik biaya maupun manfaat biasanya tidak mungkin dilakukan, manajemen harus memperkirakan dan mempertimbangkan secara kuantitatif dan kualiltatif dalam mengevaluasi biaya dan manfaat suatu struktur pengendalian intern.

Sabtu, 06 Maret 2010

Sejarah Tentang Akuntansi

Akuntansi Internasional
Akuntansi mencakup: pengukuran, pengungkapan, dan auditing.
  • Pengukuran : Proses mengidentifikasikan, mengelompokkan, menghitung transaksi.
  • Pengungkapan : Pengukuran akuntansi dikomunikasikan kepada pengguna yang diharapkan.
  • Auditing : Auditor melakukan pengujian terhadap keandalan proses pengukuran dan komunikasi.
SUDUT PANDANG SEJARAH:
  1. Di Italia abad 14-15: Double entry bookkeeping/pembukuan berpasangan; perkembangannya didorong keinginan pemerintah untuk mengenakan pajak terhadap transaksi komersial.
  2. Di Inggris abad 18-19: untuk mengendalikan perusahaan, muncul masyarakat akuntansi/profesi akuntan publik tepatnya di Scotlandia, kemudian menyebar di Amerika Utara.